Selasa, 22 Desember 2009

Too Late

What??!!!

Today is my second time I came home very late. It's 10:00 pm.
Shoot....

The very first time was when I was told to make the F1 race news. It was on Singapore that time.

Today was my second time.... on this MOther's Day

And it's because DS!!!!!! Yes, DS!!!!!

Gw akui hari ini gw agak kebablasan... Gw ngobrol sama temen-temen tu sampe sekitar jam 9 lewat... (my mistake)
Truz nyampe di ruang redaksi, gw ketemu sama DS. Dia bilang "tungguin dong"
Alhasil gw merayunya untuk mau nganterin gw pulang; sambil diledekin anak-anak.
Dia pun setuju sambil minta ditungguin dan ditemenin makan.
Eh.... sampe jam bergerak menuju ke angka 10, dia masih menjalankan perintah redakturnya untuk "jangan pualng dulu"

Shoot... what time I should go home then?

Perasaan ini bercampur aduk. Kesel, sebel, kecewa, mengumpat, mengeluh, dan lainnya.
Dan di satu sisi, gw berharap dia akan "mengejar" saat gw meninggalkannya (biar kayak di pelem-pelem gitu....).
Ternyata oh ternyata.... dia tidak menyusul. Walaupun sempat terlihat di sudut mata, dia sedang merangkul tasnya.

Gw mungkin ga pernah bahas masalah "pulang malam".
Ada beberapa alasan kenapa gw ga suka pulang malam-malam; terutama sejak gw ga naik ojek langganan lagi.

Takut... Itu adalah alasan utama gw ga suka pulang malam-malam. Gw tau sekali dengan keadaan fisik gw. Kulit yang dianggap "putih" di bumi pertiwi. Mata yang sipit dan selalu diasosiasikan dengan China.
Walaupun lahir dan gede di Indonesia, dengan membawa Kartu Tanda Penduduk Warga Negara Indonesia, tampaknya banyak yang tidak terlalu perduli.
Bagi mereka, gw tu CHINA!!!!

Gw ga memungkiri gw ada keturunan Chinese. Gw menghormati leluhur gw (walaupun gw ga tahu sama sekali mana yang harus dihormati).

Ya itu... kembali ke topik utama, yaitu gw yang TAKUT!!!!!

Gw takut menjadi korban perampokan, pemerkosaan, pelecehan seksual, dan tindakan kriminal lainnya. Mungkin terdengar sepele. Tapi, bagi gw, sebagai cewek yang berasal dari kaum minoritas, perasaan ini merupakan hal yang sangat wajar sekali.
Gw takut disiulin by those guys who-stands-beside-their-motorcycles-on the dark-corner-of-the-road, yang kemudian berakhir dengan hal-hal yang gw sebutkan di atas.

Hal lainnya adalah, saat ini gw sendirian di sini (Jakarta). My sister lives at other place. And I am too big to tell every single thing to my sister.
No one cares what time I arrive at home.
Gw juga ga punya pacar yang mengkhawatirkan keadaan gw. That's why I have to take care of myself.

Yang pasti gw kapok... ga mau lagi pulang bareng dia....

Jumat, 11 Desember 2009

Recalling "Puisi"

Tiba-tiba saja hari ini teringat puisi-puisi Sapardi Djoko Damono, Amir Hamzah, Chairil Anwar, dan lainnya.
Tiba-tiba kangen "rasa" itu... rasa membaca puisi yang bergetar halus....
Walaupun kadang kurang mengerti artinya... rasanya tetap "dekat"

Ini adalah puisi Sapardi yang sangat terkenal itu...

Aku Ingin
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..


Atau puisinya Amir Hamzah, yang judulnya "Doa"

Dengan apakah kubandingkan pertemuan kita, kekasihku?
Dengan senja samar sepoi, pada masa purnama meningkat naik, setelah menghalaukan panas payah
terik.
Angin malam mengembus lemah, menyejuk badan, melambung rasa menayang pikir, membawa angan ke bawah kursimu.
Hatiku terang menerima katamu, bagai bintang memasang lilinnya.
Kalbuku terbuka menunggu kasihmu, bagai sedap malam menyiarkan kelopak.
Aduh, kekasihku, isi hatiku dengan katamu, penuhi dadaku dengan cahayamu, biar bersinar mataku sendu, biar berbinar
gelakku rayu

Keduanya termasuk puisi favorit gw...
Ga tahu kenapa...

Untuk puisi Sapardi di atas, baru hari ini gw menyadari... puisinya seperti bukan tentang cinta... tapi lebih ke patah hati.... lebih mengenai cinta yang ga sampai ke seberang...

Akh, jadi ingin kembali ke SMP... membaca kembali puisi-puisi itu... yang membuat kening bekerut... tapi tetap dibaca terus-menerus...
Yang memacu diri membuat puisi... berharap bisa menjadi seperti mereka.....

Minggu, 06 Desember 2009

10 Conditions of Love

It's December 5th, 2009
It is my first time I saw a film festival.

Reaksi pertama gw.... KAGET!!!!

Ini adalah Jiffest, Jakarta Film Festvial. Gw ga nyangka bakalan rameee banget...
Di website Blitz (tempat pemutarannya), kita bisa beli tiketnya sejam sebelum pemutaran. Tapi, kenyataannya..... semua good seats to SOLD OUT.
Yang tersisa hanya kursi di row depan....

Gw nonton "10 Conditions of Love."
My first movie....

Filmnya cerita tentang seorang Muslim di China. Filmnya menarik sekali...
Dan yang serunya, ternyata sutradara filmnya dateng di pemutaran perdana itu...
So excited....
Namanya Jeff Daniels... He is an Australian. Film ini adalah film pertamanya. Dia butuh tujuh tahun buat menyelesaikannya.

Kita (gw dan teman-teman), sempat wawancara dia. Sebenarnya kita cuman mau contact numbernya. Tapi kita malah berakhir dengan wawancara singkat dengan dia. Tapi, it was damn fun!!!!

Gw sangat super duper terkesan sama dia....
Pas kita tanya kenapa memilih judul "10 Conditions of Love," dia memberikan penjelasan yang sangat berkesan buat kita.
Menurutnya, cinta itu seharunya "unconditional." Tapi yang terjadi di film itu, cinta itu menjadi "conditional." Seseorang jatuh cinta dengan memberikan syarat....
Rebiya Kadeer mensyaratkan banyak hal bagi orang yang mau jadi suaminya. Ga cuman itu saja, dia juga harus rela membiarkan anak-anaknya dipenjara pemerintah China karena memberla negaranya.

Jeff Daniels juga memberikan kesan yang lain. Saat kita tanya perihal rencana film berikutnya, dia bilang dia mau angkat tema kaum Yahudi.
Gw pun menanyakan, apakah dia punya semacam ketertarikan kepada tema semacam itu (grup-grup agama). Dia pun sempat tertawa (gw rasa menertawakan dirinya sendiri).
Dia dengan sangat bijak menjawab kalau dia punya tiga alasan kenapa dia hidup dan berada di dunia ini. Yang pertama, untuk memahami orang lain. Yang kedua, untuk memahami dirinya sendiri. Dan yang ketiga, karena dia ingin dimengerti.

Oh my GOD..... he is so damn wise and charming by his perception, words, and point of view.

I wish there are lots of time to talk to him about something else at that time.
Ingin rasanya mendengarkan cerita-ceritanya yang lain.

I do not regret that I was not present at my friend's wedding just to experience "this."
It was a "moment," a great one.
I know some of my friends probably are disappointed or probably angry with me for my un-presence. But hey, I don't care...
I have reasons not to come... and guess what, the reason is not because I want to go to Jiffest. But, it's because something else....

So, this is "10 conditions of Love"

Selasa, 01 Desember 2009

Without You = Fine

I am celebrating four months of your leaving.

I am still fine... though sometimes it is still hard to face nights without your presence; face days without our texts.
I am still missing you... though I am not crying any more. I miss times when I couldn't sleep, and I know you are there comforting me... telling me you loved me...
I miss times when our hands meets, and I know I am safe.

Too many stuff that I miss from you. I am moving forward now.

Is there still any love? I am asking myself that question..
Will I want to comeback to you if you ask me to?
I have no idea...

I know for sure, I can live without you

Feel - Stereophonics

Aku ingin memegang tangannya.
Tangannya yang warnanya "sedikit" berbeda dari warna kulitku yang bagi sebagian besar orang mengategorikannya sebagai "putih."
Aku ingin memeluknya sebentar. Merasakan kehangatan yang saat ini sedang aku rasakan.
Berharap "rasa" hangatnya akan sama....
Aku ingin berbicara lebih lama dengannya. Mendengarkan sedikit lagi lebih banyak suaranya, yang memang jarang kudengar.
Aku ingin melihat matanya. Matanya yang "meyakinkanku" itu. Tatapan yang membuat jantung ini berdetak lebih kencang daripada biasanya.

Kehangatan itu menjalar di seluruh tubuhku. Semakin terasa hangat di tengah kota Jakarta yang sedang diguyur hujan.
Hangat sekali rasanya memikirkannya, walaupun sedikit saja.

Kami memang sedikit "berbeda." Dan aku terlalu naif karena menampik perbedaan yang ada.

Aku tidak tahu apakah aku menjadikan ini sebagai pelampiasan; sebagai pelarian.
Tapi aku nyaman... dan aku sangat menikmatinya.
Mungkin aku belum bisa bilang "cinta."
Tetapi yang pasti, aku suka sama kamu...
dan aku mengakuinya...
Yes DS, I like you....

Sabtu, 07 November 2009

I think

Gw tidak tahu ini apa... Sudah berabad-abad rasanya terakhir kali gw merasakan ini. I am trying to recall what's the name of this feeling.

Jantung ini berdegup sedikit lebih kencang waktu memikirkannya
Tersipu saat mengingat kelakuan bodohnya dan komentar bodohnya
Kejadian-kejadian aneh yang menimpa kami berdua dan berharap akan terus ada
Mata ini berusaha mencarinya
Berharap setiap malam, ponsel berbunyi dan mendapatkan SMS darinya
Ingin sekali merasakan sedikit sentuhannya
Berharap dia selalu ada

What is it?

Kamis, 22 Oktober 2009

Grateful for Evrey Single Thing

I am truly grateful...

Yes... for being what I am now....

Gw ingin menangis rasanya saat gw membaca salah satu sms dari seorang atlet wushu.
Sebelumnya, gw sudah pernah bertemu dengannya. Dia adalah salah satu atlet yang akan diberangkatkan ke SEA Games 2009 di Laos Desember mendatang.
Waktu itu, gw baca berita dia di Antara. Di situ, sempat disebutkan kalau dia memutuskan untuk keluar dari provinsinya (Kalimantan Barat) karena merasa tidak diperhatikan.
Bahkan biaya untuk membeli peralatan saja, dia menggunakan uangnya sendiri, dan pemdanya menolak buat gantiin.

I can't imagine it....

The first time gw ketemu dia... di Senayan.
Waktu itu gw lagi jalan bersama ke arah Hotel Century dengan anak-anak pelatnas tinju.
Gw kenalan dengannya dan minta ijin wawancara sebentar.
Saat itu, dia memastikan akan berangkat ke SEAG. Gw juga menanyakan soal dia yang mau keluar dari provinsinya. Saat itu, dia emang sempet cerita soal istrinya yang ditinggalkan sejak hamil sampai mau melahirkan. At that time, gw sudah mau nangis.
I can't believe it.... Gw ga percaya ada orang yang segitunya cinta sama bangsanya... rela meninggalkan istri yang sudah mau melahirkan.

Biasanya... orang meninggalkan pasangannya karena materi....

Tapi ini..... karena hanya berjuang mendendangkan lagu "Indonesia Raya" di negeri orang; berjuang menaikkan "merah-putih" di tiang bendera negeri orang; berjuang menuliskan nama "Indonesia" sebagai peraih medali emas. Cuman untuk satu medali itu saja, dia dan yang lainnya RELA meninggalkan semua.

Gw ga tau apakah gw bisa melakukan hal yang sama saat gw berada di posisi yang sama dengan mereka.

Saat dia sms gw... minta tolong untuk ketemu Rita Subowo (ketua KONI), gw sempet bingung....
Gw ga pernah ketemu Ibu Rita.... Gw tau dia... tapi gw ga pernah bertemu dengannya secara langsung. Gw yakin Ibu Rita ga tau gw.....

Gw pun laporin masalah ini ke asred gw.... Gw bilang... "klo perlu, malam ini ke tempat Menpora baru (Andi Mallarangeng)." Gw pun berjanji ke diri gw... klo gw ga bisa ketemu Ibu Rita, gw akan ke Menpora yang baru, dan gw akan telepon ketua umum wushu. Gw hanya sms dia dan bilang, "Bang, tunggu ya. Aku pasti bantu."
Asred gw suggest supaya gw menghubungi Ibu Rita dulu. Gw telepon tapi ga bisa. Gw pun sms Ibu Rita dan menceritakan secara singkat keadaan si atlet. Sms masi ga dibales. Gw ga sabar dan segera telepon lagi.
Nada masuk.... Akhirnya Ibu Rita mengangkatnya. Gw minta buat ketemu dengannya bersama si atlet. Ibu Rita setuju ketemu hari ini (Jumat, 23/10) sekitar jam 2 siang.

Thanks GOD!!!!!!!

Gw ingin menangis.... (lebih tepatnya sudah dan sedang dan lagi)
Gw ga tau gw bisa bantu dia.... cuman bantu sedikit saja. Mempertemukannya dengan Ketua KONI. Begitu saja....

Pas gw telepon si atlet, dia bilang... "Terima kasih sekali. Saya akan selalu ingat bantuan kamu."
Gw ga percaya.... gw bisa bantu kehidupan orang lain hanya dengan seperti itu.
Only with a phone call; only with a sms; only that.

Dari ujung telepon, gw tau dia sangat senang sekaligus lega. Ada nada senang yang terdengar dari hp cupu gw.
I said to my sister, "I can't imagine I can do something for people's lives."
Yes, I can't believe I am that important; I am that useful; I am that needed.
And YES, I want to help. I don't mind helping people.

Like a French Proverb said, "Gratitude is the memory of the heart."
Yes, I'll keep it in my heart

Senin, 19 Oktober 2009

Almost

Hampir....
Word of the week....

Gw hampir dikirim ke Laos buat liput SEA Games 2009.
Tapi kata asisten redaktur gw.... gw belum setahun, jadi gw belum bisa dikirim....

Dia bilang, "Coba kamu udah setahun, kamu yang akan dikirim."

Akh..... I am happy enough just knowing that I deserve a spot to Laos.
Just because silly regulations..... I can't go.
It's okay....

Gw tetep senang..... sangat senang karena itu menandakan gw sebenernya cukup "bagus" buat liput multi-event segede SEAG. Padahal gw baru kerja tiga bulan.
Yupz, TIGA BULAN!!!!! Dan sudah mau dikirim ke Laos....
Damn, I am proud of myself.....

For that, I am truly grateful....
Grateful is my every day word.....

Sabtu, 26 September 2009

Bitterness

The tea and the muffin tasted more bitter....
I would never know those two things tasted so damn bitter before.
But when I ate it.... when I drank it.... my tongue felt something.....
It sent signals to my brain, and said it was bitter.

What is bitter?

I wish I have known it before.
I used to drink tea without sugar, and never felt bitter before.
I used to eat chocolate muffins before, and never tasted bitter.

And why it tasted bitter today?
After I saw you?

Jumat, 25 September 2009

Berusaha Rajin

Iya..... Gw sedang berusaha rajin....

Bukan.... Bukan rajin mencari berita.... Yang satu itu tetep malessss.....
Sedang berusaha rajin meng-update blog ini, dan juga belajar tentang olahraga lebih banyak.
Untungnya gw menemukan seseorang yang mau ditanya-tanyain.

He is new at office. His name is Lippi. Bukan dink. Namanya Marchello.
Angkatan 2005 UPH. Sudah pernah PKL di MIKOM
Sekarang dia ada di desk ekonomi.
Thank GOD I've found him. He taught me a lot about those football formation. These two days, I spent asking him stupid questions. And I still remembered, I said... "Gw rasa...lima menit lagi gw sudah lupa ini semua."
He smiled.....

He is just nice.

He said he also understands about tennis. Then he has another appointment to explain it to me.

Eniwei, I currently listing things that I can not do in the office. Yupz.... I am trying to list 1001 things I can not do in the office.
I did it because Mas Eko (my redkatur) always asking why I spend my Saturday nite at office.
Helloo...... Lu kata gw mau dipecat?

He always asked whether I have any boyfriend. Almost every Saturday nights....
(makanya cariin dunk satu....klo bisa sich lebih....lumayan buat cadangan....upsss.....)

Eniwei, I enjoyed these days I didn't have to go to Senayan. Yupz, gw ga usah liputan.....

I was... I sill am.... I will be....

Yes, I was in love and miss him. I still am now (at the moment of writing it). And I guess I will always be missing him, loving him in a way....

I'm gonna admit that it has been really hard for me these days.

Gw merasa ini semua mempengaruhi semua aspek kehidupan gw. Dimulai dari pola makan gw yang super duper berantakan, jadi addicted to chocolate, pekerjaan yang juga mulai messy, ditambah lagi headache for three straight days (probably four).

Jika itu masih belum cukup buat menggambarkan kondisi gw, gw rasa gw bisa menuliskan seribu satu alasan kenapa gw tidak menjadi lebih baik.

But, what for?

He is not here anyway. I thank GOD for that I have this blog to say it out loud (since it is impossible for me to say it to him, and my friends only say..."yang sabar" or "lu pasti bisa")

I am damn tired hearing those words. I hope I have other "wisdom" words. And I am damn tired for crying and can not do anything anymore. I DO NEED HIM!
I wish he was here with me. Holding me. Hugging me. And hearing him saying he loves me.
I miss the nites when I can not sleep, and I know he is still there for me.
I miss those stupid messages that he sent me.
I miss telling him how much I love him.
Yes, I miss it very much.

Tanggal 22 kemarin, dia sempet ke tempat gw, for changing my light-bulb.
Lampu kamar gw mati, and I think I am too tall to reach the bulb even when I am standing on the desk. I have asked Lius to check it, but he said he was too afraid.
I have no choice since it was Idul Fitri holiday, and Pak Roto and famz was leaving Jakarta.
I sent him a message, telling him about the condition and Lius refused to do it for me, and I have to work and so on.
He called me immediately. He said he was still in Anyer with his sister's family. He would go to my place soon after he arrived at Jakarta. He also message me after wards, told me to buy a new light-bulb. I replied him, saying that he didn't have to be in hurry.
Yes, he came to my place that nite. We chat a little bit before he came.
He changed the light-bulb for me. He also lift up the water galon for me. He was sitting there, in front of my laptop. I was sitting on the bed.
I still couldn't remember the last time he was there. He used to laying on the bed. Sometimes with me on his shoulder, and sometimes he just fell asleep, and I left him doing some other things.

I tried to remember when the last time he was at my room. I tried to remember his smell on my pillows. But I guess I smelt it too often that it has gone already.

At that day, I really wanted to hug him. Only hugging him. Yes, it was enough. He doesn't have to say he loves me or kiss me. He doesn't have to promise me anything. I just need his hugs.
And I still am now....

Senin, 31 Agustus 2009

Sudah

Iya...gw sudah kangen sama lu....sebelum lu bilang mau mengakhiri semua....
Iya...gw sudah nangis karena lu....sebelum lu bilang ini yang terbaik....
Iya...gw sudah merasa "kosong".....sebelum akhirnya kita berpisah di gerbang di depan kost gw
Iya....gw merasa sendirian....sebelum lu tidak lagi menggenggam tangan gw
Iya...gw sudah merasa sedih....sebelum lu mengambil keputusan ini....
Iya....gw tersesat....sebelum lu mencium gw....yang mungkin untuk terakhir kalinya
Iya...gw takut....sebelum gw benar-benar kehilangan lu...


Tapi....
Iya...gw bahagia....karena ada cinta...Cinta yang menjadi pertanyaan sekaligus jawaban atas kita berdua....
Gw akan selalu kangen....kangen dengan keberadaan lu yang "ADA" di sisi gw....SELALU ADA....

I miss u already....promise to myself not to cry.....


Don't wanna cry for you.
There's nothing left to lose.
If it can make me feel better, than I'm gonna cry, cry for you.
Don't wanna cry for you.
There's nothing left to do.
If it can make me feel better, than I'm gonna cry, cry for you.

I know men aren't supposed to act this way,
but things they got too real; I couldn't stay.
Now I know one day we will both feel good.
If I could be with you, you know I would.

I don't wanna cry for you.
There's nothing left to do.
If it can make me feel better, than I'm gonna cry, cry for you.
I don't wanna cry for you.
There's nothing left to lose.
If it can make me feel better, than I'm gonna cry, cry for you.

Turn the lights down low and close the door, and try to feel the way I felt before.
Hell, cry in the middle of the day,
It better make me feel a better way, if it could take my pain away.
Yeah Oh
Take my pain away

I don't wanna cry for you.
There's nothing left to lose.
You gotta let the boy have his way.
Cause it gets him to drink it away.
I don't wanna cry for you.
There's nothing left to do.
If it can make me feel better, than I’m gonna cry, cry for you.
If it can make me feel better, than I’m gonna cry, cry for you.

Oooh, (make me feel better) cry for you
Oooh, (make me feel better) cry for you
I’m gonna cry, cry for you
I’m gonna cry, cry for you

By: Pete Yorn-Don't Wanna Cry

Sabtu, 22 Agustus 2009

A Togetherness

Currently: nungguin rambut kering....

Beberapa minggu ini super duper males blogging...Mungkin karena terlalu banyak yang mau gw ceritain....

Eniwei...hari ini gw janjian sama temen-temen di TA (Taman Anggrek yach...bukan Tanah Abang). Gw ketemu sama Fifin dan Kate. Two best girlfriends in my life.
Gw dah agak lama tidak bersua dengan mereka. I miss them. I miss our togetherness; seperti dahulu kala...jaman kami masih kuliah (nice rhyme).
Ternyata...si Kate membawa teman pria. Tapi tak apa-apa. Kegembiraan tidak berkurang sedikit jua (another rhyme).
Kita makan di Platinum dan bercerita ngalor-ngidul ga jelas. Kita emang jarang curhat di saat-saat speeti itu, karena semua pasti akan berebutan ngomong; terutama gw. Yupz...AKU...SAYA...GUE...

At that moment, I felt becoming my self. My own self. Gw ga nutupin apa pun dari mereka (including temen baru yang dibawa Kate). It feels damn good.
Mungkin karena saat-saat gw di kantor, gw ga bisa seperti itu.
Mungkin karena saat gw pulang, Just ga terlalu suka gw "segila" itu.

I miss those moments again....

Pulangnya gw sempetin makan j.cool.... Ga sempet liat celana...Next time probably....
At the end of the nite, we promise to see each other again soon....And I think I can't wait to be with them again...to be myself and not afraid being judged for who I am....

Jumat, 17 Juli 2009

MU ga jadi dateng

Yupz, tim Setan Merah ga jadi dateng gara-gara bomb di Mariott dan Ritz Carlton.

Gw akan ceritakan kejadian ini dari point of view gw aja deh. Snce I'm not an expert in this case.

Gw hari ini dapet tugas dari Mas Redaktur ganteng yang mirip Andi Malarangeng, buat ke daerah Cililitan untuk meliput Wismoyo Cup VI. Ini kejuaraan yudo gitu...

Pas lagi nangkring dengan cantiknya sambil ngobrol-ngobrol ga jelas dengan panitia, hp gw bunyi... Eh, ternyata dari Mas Boss Redkatur yang biasanya memberikan tugas dan pekerjaan. Dia menyuruh anak buahnya yang imut-imut (which is ME) buat ke PSSI untuk cari tau perkembangan MU dan pihak Indonesia All-Star.

Akhirnya setelah mengejar Pak Ketua Umum PJSI (Persatuan Judo Seluruh Indonesia), akhirnya langsung buru-buru ke PSSI di Senayan.
Disana sepi...belum ada pihak-pihak yang bisa ditanyain. Akhrinya confirm dengan temen yang juga reporter olahraga. Dia suruh gw ke hotel Sultan tempat para tim nasional Indonesia nginep setelah Mariott dibom.

Duhh, ternyata mengejar nara sumber itu capek, muka mesti tebel muka, sabar....

Gw sempet ketemu beberapa pemain bola dari tim nasional Indonesia, official, pelatih, dan manager tim.

Since I'm wearing a uniform every time I on the duty, I think other people appreciate me more. Anak buah Surya Paloh kali ye...hihihi...

Abis dari Sultan, gw langsung cabuts balik ke kantor. It's a long and winding road. And I miss home

Kamis, 09 Juli 2009

Peluang Eropa Menggelar PD 2018

Franz Beckenbauer, salah satu pemain yang pernah memimpin Jerman menang dalam Piala Dunia, mengungkapkan Eropa harus menjadi tuan rumah kompetisi bergengsi itu pada 2018; setelah Afrika Selatan dan Brasil menjadi tuan rumah untuk dua Piala Dunia mendatang. “Sebagai salah satu anggota UEFA, saya ingin melihat Piala Dunia diselenggarakan di Eropa. Tapi ini adalah sebuah kompetisi sehingga semua negara punya kesempatan yang sama,” ujarnya kepada harian Australia Sun-Herlad.

Setelah Afrika Selatan dan Brasil yang akan mendapat kesempatan itu pada 2010 dan 2014, FIFA mendapatkan sembilan penawaran untuk 2018 dan 11 penawaran pada 2022.

6 Juli 2009

Pemilik Marseille Meninggal Dunia

Pemilik saham terbesar klub Olympique Mar seille, Robert Louis Dreyfus, meninggal pada Sabtu (4/7). Hal itu dikabarkan salah satu sumber terdekat dari klub Prancis tersebut.

Robert yang juga bekas pemilik perusahaan penyuplai pakaian dan alat olahraga Adidas meninggal di sebuah rumah sakit di Zurich. Pria berusia 63 tahun itu meninggal saat sedang dirawat karena penyakit leukemia yang dideritanya sejak lama. Berdasarkan laporan media Prancis, Robert telah menginvestasikan lebih dari 200 juta euro (sekitar Rp 2,8 triliun) ke klub yang pernah dua kali menjuarai Piala UEFA itu.

6 Juli 2009

Balotelli Raih Penghargaan

MILAN--Striker Inter Milan Mario Balotelli bakal mendapat peng hargaan antirasisme dari panitia Piala Dunia 2009. Anugerah bertitel Champions Against Intolerance itu juga diberikan kepada pemain timnas Afrika Selatan Matthew Booth dan pemain Steaua Bucharest Rumania, Banel Nicolita.

Acara itu akan bertempat di Casalecchio Di Reno, Bologna, 8-12 Juli. Turnamen yang diadakan untuk ketiga kalinya itu diikuti 204 tim dan bertujuan meningkatkan kesadaran toleransi antarpemain berkaitan dengan isu rasisme. Balotelli terpilih karena dianggap sebagai korban rasisme oleh fans Juventus dalam laga Seri A musim lalu. Adapun Booth dipilih sebagai satu-satunya pemain berkulit putih di timnas Afsel sedangkan Nicolita adalah duta PBB untuk antirasisme. (Goal.com/*/R-3)


Vincenzo Montella Berhenti Terbang

SETELAH hampir 20 tahun berkiprah, Vincenzo Montella memutuskan gantung sepatu. Ia merasa sudah cukup merasakan pasang surut prestasi dan meninggalkan jagat sepak bola dengan kepala tegak

Meninggalkan dunia yang telah membesarkan namanya tentu tidak mudah, termasuk bagi Montella. Namun, pria ber umur 35 tahun ini harus membuat keputusan ketika kondisinya tak lagi memungkinkan untuk terus bersaing. “Saya masih belum terbiasa de ngan ini (pensiun)
Tapi, ada saat-saat di dalam hidup, kita harus membuat pi lihan dan tegar untuk menyudahinya saat orang-orang masih menaruh perhatian,” ungkapnya kepada Roma Channel, kemarin.

Performa Montella memang terus me- nu kik turun. Selain faktor usia, cedera yang kerap mendera membuatnya kian tenggelam. Saat masih jaya-jayanya, striker berjuluk the Aeroplane atau ‘Pesawat Terbang’ karena selalu membentangkan kedua tangan saat merayakan gol ini begitu menjulang bersama AS Roma

Ia adalah bagian yang tak terpisahkan ketika Giallorossi menjuarai Seri A Liga Italia 2001 bersama Francesco Totti di ba wah asuhan pelatih timnas Inggris saat ini, Fabio Capello. Namun mulai 2007, ketika dipinjamkan ke Fulham Inggris, eksistensinya merosot tajam. Ia hanya tampil 10 kali dan menyumbang tiga gol.

Begitu juga pada musim lalu bersama Sampdoria juga dengan status pinjaman, Montella cuma 13 kali merumput dan men cetak empat gol. Karena itu, meski ma sih punya si sa kontrak se tahun bersama Roma, sang penyerang veteran memilih undur diri.

Hal itu dibenarkan pula oleh pelatihnya di Roma, Luciano Spalletti, “Saya kecewa dia meninggalkan kami. Dia sangat mengerti peranannya sebagai pemain dan jika diberikan instruksi, dia tak akan berhenti mencoba. Akan tetapi, masalah fisiklah yang membuatnya mengambil keputusan ini.” Montella memulai karier di Seri C bersama Empoli pada 1990 hingga 1995. Ia sempat hijrah ke Genoa selama semusim dan namanya mulai dikenal setelah bermain dengan Sampdoria pada 1996–1999.

Dengan transfer 25 juta euro, ia kemudian pindah ke Roma dan mencetak 94 gol dalam 215 pertandingan.

Montella jelas tak terpisahkan dengan Roma. Meski sudah pensiun, ia tak lantas putus hubungan dengan klub ibu kota itu. Bedanya, ke depan ia bakal berperan sebagai pelatih tim junior
“Saya berterima kasih kepada Roma yang memberikan saya kesempatan be kerja dengan pemain muda dan saya sangat antusias untuk memulai pe tualangan baru ini,” pungkas ‘sang Pesawat Terbang’. (*/R-1)
Doohh.... Baru sempet neh entry post baru setelah beberapa hari kerja.
Sebenernya sich sempet-sempet aja klo gw mau. Tapi, kadang-kadang.... Saat malam-malam telah tiba, bawaannya mau buka Facebook doank....Hahahaha...

So far, gw bisa dikategorikan kerja 9 hari. Berita gw jg sudah mulai keluar tiap hari. Kadang-kadang gw bikin berita pendek-pendek yang cupu-cupu. Tapi beberapa kali gw dikasi kesempatan bikin berita yang agak panjang. Berita pertama gw itu di "Kisi-Kisi" di tanggal 2 Juli. Dan berita yang gw paling bangga tu pas gw bikin tentang Montella (hari Sebtu, 4 Juli)

http://anax1a.pressmart.net/mediaindonesia/MI/MI/2009/07/04/INDEX.SHTML


Ini ada berita yang mana nama gw keluar pertama kali. Istilahnya berita HL (Halaman Luar). Termasuk berita paling gede untuk ukuran desk olahraga.

http://anax1a.pressmart.net/mediaindonesia/MI/MI/2009/07/05/INDEX.SHTML

Judulnya "Owen Janji Bayar Kepercayaan Fergie"

Gw agak kaget pas bikin berita ini. Soalnya habis bikin berita ini, redaktur gw tanya gw mau pake nama "Cien-Cien" atau "Setyawati". Gw bilang nama gw "Setyawati". Akhirnya...keluarlah berita itu dengan nama gw dibawahnya. Iwan (temen sesama reporter olahraga) sich ledekin gw besoknya. Istilahnya "under by name".

Sebenernya, gw ga begitu bangga dengan berita itu. Soalnya gw merasa banyak banget yang diedit sama Mas Jaka. Jadinya gw ga terlalu excited.

Many more to come...keep updated through my sport news at Media Indonesia yach....

Kamis, 02 Juli 2009

H plus 2

Hari ini sudah hari kedua...
Kemarin ga sempet nge-post. Soalnya udah capek banget plus pulangnya kemaleman karena pake acara sotoy cobain "ngeteng". Hahaha...

Hari ini gw lebih "lucky". Sdh kenal sama abang ojek. Jadi mulai besok dia mau jemput dan nagnterin gw.

Eniwei, besok berita gw akan diturunkan. Hihihi... Perdana bowww...
Emang sich berita yang agak cupu gitu. Tapi, semua kan butuh proses. Gw akui, gw harus belajar lebih banyak lagi. Terutama tentang bursa pemain bola, hitung skor tenis, basket, dan lainnya.

Walaupun begitu, teteup...besok berita yang gw tulis keluar. Kisi-Kisi Olahraga.
Sebenarnya ga bisa dibilang gw nulis juga. Berita itu sudah ada. Tapi, gw lebih kayak translate gitu sambil menambal dan mengurangi bagian-bagian tertentu. Yang parah sich, berita tentang jadwal Seri A Italia. Beritanya cuman beberapa baris, tapi gw harus bikin sekitar 15 baris. Disini kreatifitas gw diujui.

Berita lainnya tentang Christiano Ronaldo yang menendang mobil paparazzi dan Dick Advocaat yang jadi pelatih tim nasional Belgia.

Gw sich berusaha meminimalisir kesalahan-kesalahan atau kekurangan-kekurangan yang ga penting. But, nobody's perfest rite?
Jadi, gw belajar sebanyak mungkin dulu neh. Tadi sich Pak Mirza (asred atau redaktur) bilang sudah lumayan bagus. Lihat Pak, besok akan lebih baik lagi...

HIdup BIntang...(btw, so far gw dikenal dengan "bintang" karena gw belum punya kode reporter)

Selasa, 30 Juni 2009

H - 1

Several hours to be on my first job...

Setelah berbulan-bulan gw menganggur, akhirnya gw besok on my first duty.
Gw nganggur cukup lama...sekitar 9 bulan deh kayaknya. Sebenarnya kemarin itu ada beberapa perusahaan dan sekolah yang sudah nerima gw. Tapi, ada yang jauh, jadi seketaris "plus-plus", dan lain-lain.

Akhirnya, setelah sekitar dua bulan proses di tempat yang sekarang, gw akan menjadi seorang reporter. Yupz, a reporter.

Gw sudah melewati masa-masa dimana gw sangat desperate, sedih, down, merasa bodoh, dan lain-lain. Gw merasa terlalu idealis karena sempet menolak beberapa penawaran. Gw juga sempat bimbang karena sepertinya banyak yang mengkritik keputusan gw ini. Tapi, saat gw berdoa, gw minta kepada Tuhan agar diberikan yang terbaik; agar ditunjukkan jalan yang terbaik.

Ternyata, saat gw merasa sangat ragu akan pekerjaan-pekerjaan yang lain. Hanya pekerjaan inilah dimana gw merasa excited, senang, deg-degan, dan yang paling penting gw merasa ini benar. Gw merasa gw tidak salah melangkah (semoga-red). Dan tentu saja gw berdoa ini yang terbaik.

Ada beberapa alasan kenapa gw mau kerja jadi reporter. Yang pertama, gw suka berita. Gw suka politik. Gw rasa semua orang tau ini. Mungkin karena latar belakang keluarga gw dimana mereka super duper menaruh perhatian ke dunia perpolitikan Indonesia (hahaha...-red). Apalagi bokap gw yang ganteng kayak Richard Gere (lho??!!). Gw yakin dia adalah salah satu oarng yang sangat well-educated untuk hal ini. Dia tidak menyombongkannya. Tapi, saat membahas sesuatu dengan dia, dia punya pengetahuan yang sangat luas sekali tentang masalah itu.

Gw juga inget saat gw kecil dulu, setiap kali makan malam, hanya masalah politik yang mau dibahas bersama gw di meja makan. Klo ngomongin yang lain, dia pasti tidak memberikan repons. Fiuh... sangat berat untuk ukuran seorang anak SMP atau SD mengikuti hal-hal yang kadang-kadang masi sulit dimengerti.

Alasan kedua, gw ga tau apakah ini termasuk alasan atau tidak. Gw hanya merasa ini adalah "sign". Kata nyokap gw dan salah satu teman SD-SMP gw, cita-cita gw dulu adalah reporter. Gw sich ga inget. Hahaha...
Gw berusaha mengingatnya... Tapi koq yang teringat malah cita-cita gw menjadi penerjemah seperti di ajang Miss Universe.

Eniwei, alasan ketiga... Gw pengen ketemu bapak gw yang telah lama hilang, yaitu SBY. Lho??!!

Gw mungkin termasuk salah satu orang yang simpatik sama SBY. Ga tau kenapa, dia mengingatkan gw dengan sosok ayah yang hangat dan "caring". He looks warmth and caring and loveable. Gw ga bilang gw mendukung dia untuk jadi presiden lagi untuk periode 2009-2014. Gw akui gw sangat mendukung dia untuk periode 2004-2009. Tapi, gw tidak akan menilai kinerja dia.

So...gw tetep excited untuk besok. I want to do the best and hope God will help me to do the rest. Gw berharap, gw akan menjadi pribadi yang lebih baik, dewasa, bahagia, dan merasa ini benar. Walaupun gw takut juga akan disiksa lahir dan batin (hahaha...-red).

Crossing my fingers now

One Day with Summer

Summer is my niece...my lovely niece....
Her name is Summer Faith Wijaya. She is my sister's daughter.
We adore her.

Eniwei, I learn a lot from my sister; Pioni and Summer.

Beberapa hari yang lalu, Summer spent few days at Jakarta. Kakak gw tinggal di Kuala Tungkal (Jambi) dengan suaminya. Ga tau kenapa, beberapa kali Summer dateng itu...pas mau pulang ke Jambi, dia selalu batuk dan pilek. KIta sich curiga dia ga mau pulang (hihihi...-red).

Kita kasian setiap kali Summer batuk. Karena di malam hari, dia pasti nangis-nangis karena ga enak tidurnya. Dan gw belajar sesuatu dari sini.

Gw ga belajar gimana cara bangunin temen-temen kost gw malem-malem. Gw jg ga belajar tentang jenis-jenis tangisan Summer.

Tapi, gw belajar untuk tidak menangis...

Gw tau menangis itu baik untuk beberapa hal. Tapi, kakak gw terus-menerus bilang dengan Summer klo nangis tu bikin tambah sengsara. Actually, she didn't use that word. She used Chinese instead. But, I don't know how to say it in Indonesia or write it in Chinese.

Yah...mungkin kata "sengsara" tu terlalu menyeramkan....

The point is, I learned not to cry a lot... I have to learn something from Summer.

Gw mau belajar untuk tidak menangis saat kesepian
Tidak menangis saat kesel yang berlebihan
Tidak menangis saat merasa ditinggalkan
Tidak menangis saat kecewa
Tidak menangis saat kehilangan
Tidak menangis saat banyak masalah
Dan tidak menangis untuk hal-hal lainnya yang sering gw tangisi

It's not easy... But I learn..and I am willing to do it