Tiba-tiba kangen "rasa" itu... rasa membaca puisi yang bergetar halus....
Walaupun kadang kurang mengerti artinya... rasanya tetap "dekat"
Ini adalah puisi Sapardi yang sangat terkenal itu...
Aku Ingin
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..
Dengan apakah kubandingkan pertemuan kita, kekasihku?
Dengan senja samar sepoi, pada masa purnama meningkat naik, setelah menghalaukan panas payah
terik.
Angin malam mengembus lemah, menyejuk badan, melambung rasa menayang pikir, membawa angan ke bawah kursimu.
Hatiku terang menerima katamu, bagai bintang memasang lilinnya.
Kalbuku terbuka menunggu kasihmu, bagai sedap malam menyiarkan kelopak.
Aduh, kekasihku, isi hatiku dengan katamu, penuhi dadaku dengan cahayamu, biar bersinar mataku sendu, biar berbinar
gelakku rayu
Keduanya termasuk puisi favorit gw...
Ga tahu kenapa...
Untuk puisi Sapardi di atas, baru hari ini gw menyadari... puisinya seperti bukan tentang cinta... tapi lebih ke patah hati.... lebih mengenai cinta yang ga sampai ke seberang...
Akh, jadi ingin kembali ke SMP... membaca kembali puisi-puisi itu... yang membuat kening bekerut... tapi tetap dibaca terus-menerus...
Yang memacu diri membuat puisi... berharap bisa menjadi seperti mereka.....
