SETELAH hampir 20 tahun berkiprah, Vincenzo Montella memutuskan gantung sepatu. Ia merasa sudah cukup merasakan pasang surut prestasi dan meninggalkan jagat sepak bola dengan kepala tegak
Meninggalkan dunia yang telah membesarkan namanya tentu tidak mudah, termasuk bagi Montella. Namun, pria ber umur 35 tahun ini harus membuat keputusan ketika kondisinya tak lagi memungkinkan untuk terus bersaing. “Saya masih belum terbiasa de ngan ini (pensiun)
Tapi, ada saat-saat di dalam hidup, kita harus membuat pi lihan dan tegar untuk menyudahinya saat orang-orang masih menaruh perhatian,” ungkapnya kepada Roma Channel, kemarin.
Performa Montella memang terus me- nu kik turun. Selain faktor usia, cedera yang kerap mendera membuatnya kian tenggelam. Saat masih jaya-jayanya, striker berjuluk the Aeroplane atau ‘Pesawat Terbang’ karena selalu membentangkan kedua tangan saat merayakan gol ini begitu menjulang bersama AS Roma
Ia adalah bagian yang tak terpisahkan ketika Giallorossi menjuarai Seri A Liga Italia 2001 bersama Francesco Totti di ba wah asuhan pelatih timnas Inggris saat ini, Fabio Capello. Namun mulai 2007, ketika dipinjamkan ke Fulham Inggris, eksistensinya merosot tajam. Ia hanya tampil 10 kali dan menyumbang tiga gol.
Begitu juga pada musim lalu bersama Sampdoria juga dengan status pinjaman, Montella cuma 13 kali merumput dan men cetak empat gol. Karena itu, meski ma sih punya si sa kontrak se tahun bersama Roma, sang penyerang veteran memilih undur diri.
Hal itu dibenarkan pula oleh pelatihnya di Roma, Luciano Spalletti, “Saya kecewa dia meninggalkan kami. Dia sangat mengerti peranannya sebagai pemain dan jika diberikan instruksi, dia tak akan berhenti mencoba. Akan tetapi, masalah fisiklah yang membuatnya mengambil keputusan ini.” Montella memulai karier di Seri C bersama Empoli pada 1990 hingga 1995. Ia sempat hijrah ke Genoa selama semusim dan namanya mulai dikenal setelah bermain dengan Sampdoria pada 1996–1999.
Dengan transfer 25 juta euro, ia kemudian pindah ke Roma dan mencetak 94 gol dalam 215 pertandingan.
Montella jelas tak terpisahkan dengan Roma. Meski sudah pensiun, ia tak lantas putus hubungan dengan klub ibu kota itu. Bedanya, ke depan ia bakal berperan sebagai pelatih tim junior
“Saya berterima kasih kepada Roma yang memberikan saya kesempatan be kerja dengan pemain muda dan saya sangat antusias untuk memulai pe tualangan baru ini,” pungkas ‘sang Pesawat Terbang’. (*/R-1)
